RSS

Teror

Kamis 3 Juli 2014,  21:35WIB, kumulai corat-coret di tab jadul.

Teringat kisah yang tak terlupakan. Ketika suatu saat ada acara gathering kantor. Acara gathering kali ini, diadakan di sebuah tempat terpencil di daerah pegunungan, yang masih jauh dari hingar-bingar sibuknya perkotaan. Bisa dikatakan seperti kota tua, bahkan tidak ditemukan di peta terbaru 2014 ataupun di google map. Yah, pagi-pagi rombongan berangkat menggunakan sebuah bus. Gathering kali ini diikuti sekitar 20 orang, sehingga cukup hanya menggunakan sebuah bus.   autobus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan cukup panjang, sampai kami memasuki daerah yang kami tuju sudah mulai gelap. Daerah yang begitu terpencil, dengan penerangan yang masih jarang, sehingga cenderung gelap gulita di jalan. Jarak antar rumah penduduk pun, begitu berjauhan. Selama perjalanan, tak terlihat orang ataupun kendaraan yang lalu lalang. Perjalanan yang lebih cocok dibilang menyeramkan dibanding menyenangkan. Sekitar jam 9 malam, kami baru tiba di sebuah hotel, yah hotel inilah yang kita tuju, dan tempat kita menginap. Hotel kecil, dengan fasilitas seadanya. Dan panitia perjalanan pun membagikan kunci kamar kepada kami.

Sungguh kaget, ketika aku harus satu kamar dengan seorang cewek, admin bawahanku. Lho, kok bisa. Kami lain jenis, bukan suami istri, pacar pun bukan. Yah, udah terlanjur capek, aku males mendebat masalah ini, si cewek tersebut, panggil saja Kai, juga tak mempermasalahkan hal itu. Ya udah, kami menuju kamar 107, kamar tempat kami akan tidur. Kamar dengan double bed, sebuah tv, sebuah kulkas, ac dan sebuah kamar mandi kecil tanpa bathtub. Aku mempersilakan Kai untuk mandi duluan. Kai ini masih gadis, berumur sekitar 24 tahun, 6 tahun lebih muda dariku. Tinggi, hampir sama dengan tinggi badanku, kulit putih bersih, dan cukup cantik, menurutku. Malam itu begitu lelah, sehingga kami tidak sempat mengobrol apapun. Kami terlelap di tempat tidur masing2. Pagi terbangun, sekitar pukul 6 pagi, karena mendengar ketukan pintu dan suara orang dibalik pintu kamar. Kubuka pinta kamar, kudapati tiga orang cowok, berusia sekita 27 tahun, dengan dandanan model anak alay jaman sekarang, kaos ketat, celana jeans ketat pensil dan sepatu sneakers kw 10, yang biasa diobral 50ribuan di pasar malam. Dan salah satu cowok itu berkumis tipis, ala boyband alay.

Ternyata, ketiga cowok itu adalah adalah temannya Kai, yang sengaja menyusulnya ke tempat ini. Dan yang cowok berkumis itu ternyata adalah pacar Kai. Cukup sekian lama mereka mengobrol di dalam kamar hotel, lesehan, karena tidak tersedia sofa di kamar hotel. Aku pun sibuk sendiri dengan hp ku, tanpa mempedulikan mereka. Sampai akhirnya dua dari mereka pamit keluar, dan tinggal Kai, cowoknya dan aku. Yah, mereka mulai berdekatan, berpegangan, berciuman bahkan meraba-raba. Seperti menganggapku tidak ada, tanpa ada rasa malu sedikitpun. Sangat aneh, Kai yang kukenal di kantor, tidaklah seperti ini. Kai yang kukenal di kantor, adalah kai yang sopan dan cukup pendiam. Jauh dari yang ada dihadapan mataku sekarang. Akupun merasa risih, dan aku putuskan keluar dari kamar dengan membawa hp dan rokok LA ice ku.

Akupun keluar dari hotel dan nongkrong di warung pinggir jalan, kudapati teman2 yang lain juga sedang asyik ngobrol di warung itu. Akupun nimbrung bersama mereka dan memesan secangkir kopi hitam. Kamipun asyik ngobrol ke sana kemari. Tak lama dari hotel, kulihat Kai dan cowoknya itu berjalan mendekati kami. Dan mereka pun duduk di pojok warung yang kebetulan masih ada tempat duduk kosong. Merekapun memesan 2 gelas teh hangat dan beberapa gorengan. Yaelah, mereka melanjutkan kemesraan mereka di warung, di tempat umum dan didepan semua orang. Semua matapun mulai tertuju kepada mereka. Tiada rasa malu, teman2pun mulai berbisik2 membicarakan mereka.

Memang untuk hari pertama ini, acara dibebaskan oleh panitia. Sampai sore pun, kami melakukan aktifitas yang tidak jelas. Sampai sore tiba, kami memutuskan untuk bermain bola, di tanah lapang belakang hotel, yang sepertinya memang sering dipakai untuk main bola oleh warga sekitar. Tak jauh dari lapangan itu, terlihat sebuah bangunan bertingkat yang sudah tua, lusuh seperti habis terbakar beberapa puluh tahun yang lalu. Sedang asik main bola, kami melihat cowoknya kai dan kedua orang temannya berjalan menuju ke bangunan itu. Kamipun curiga, apa yang akan mereka lakukan di bangunan tua menyeramkan itu. Aku bersama 2 orang temanku yang lain pun memutuskan untuk mengikuti mereka.

Mereka terlihat memasuki bangunan itu dan menaiki tangga demi tangga di bangunan itu. Kami pun mengikuti dari kejauhan, mengendap2, sebisa mungkin tidak terdengar dan tidak terlihat oleh mereka. Sampai terlihat mereka menaiki lantai 5, lantai teratas dari bangunan itu. Tangga yang menghubungkan lantai 4 dan 5 adalah tangga bambu biasa, berbeda dari tangga2 sebelumnya yang permanen dari beton. Terlintas di benak kami untuk berbuat jail. Setelah mereka sampai di lantai teratas, kami pun menurunkan tangga bambu tersebut, berharap mereka kesulitan untuk turun kembali. Setelah menurunkan tangga tersebut, kami pun meninggalkan mereka, sudah tidak perduli lagi, tentang apa yang akan mereka perbuat di sana. Kami lihat pun, langit sudah mulai gelap, teman2 yang lain, yang sebelumnya bermain bola pun sudah tidak terlihat sudah kembali ke kamar hotel masing2.

Sesampai di kamar hotel, kulihat Kai sedang asik di depan tv, dan sepertinya habis mandi. Akupun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Seusai mandi, aku mengajak Kai untuk makan malam bersama dengan teman2 yang lain. Kami duduk berdua 1 meja makan. Kami pun ngobrol kesana kemari, yang lebih banyak membahas pekerjaan ataupun keluarga. Pikiranku tidak terlepas dari cowok Kai dan 2 temannya, nggak tahu apakah mereka masih di bangunan itu atau sudah turun. Tapi akupun belum melihat batang hidung mereka sampai usai makan malam. Setelah makan malam, kamipun kembali ke kamar, kami melanjutkan obrolan kami sambil nonton tv yang acaranya gak jelas. Sesekali kuperhatikan Kai, lama2 dia terlihat semakin cantik, sayang sekali kelakuannya dan cowoknya sungguh di luar batas menurutku. Akhirnya diapun pamit untuk tidur duluan. Pikiranku kembali tertuju pada 3cecunguk yang mungkin masih di gedung tua itu.

Rasa tidak tega, menghampiriku. Akhirnya aku putuskan untuk ke gedung tua itu, berbekal senter kecil yang ada di korek api. Gelap sekali, aku susuri jalanan setapak melewati lapangan menuju gedung tua itu. Sebelum sampai di gedung tua itu, aku lihat 3 bayangan orang. Samar2 kulihat dari belakang, ya, tidak salah lagi, mereka adalah cowoknya Kai dan kedua temannya. Mereka berjalan menuju arah yang berbeda, mereka memutar menuju ke pintu belakang hotel. Kuperhatikan dari kejauhan di belakang mereka, langkah mereka terlihat berbeda. Seperti orang yang mabuk berat, berjalan sempoyongan. Rasa penasaranku mendorongku untuk terus mengikuti mereka dari kejauhan. Jalanan yang gelap, akupun tidak berani menyalakan senter, takut mereka mengetahui keberadaanku.

Terus kuikuti mereka dari belakang sampai mereka sampai di pintu belakang hotel. Lampu remang2 belakang hotel mulai memperjelas pandanganku. Mulai terlihat jelas kulihat mereka dari belakang. Dari pintu hotel belakang, keluar seseorang, yah itu adalah satpam tua penjaga hotel. Ketika satpam tua tersebut keluar hotel, tidak tahu kenapa, karena aku juga belum bisa melihat dengan jelas. Satpam tersebut seperti sangat kaget, melihat tiga orang itu, dan seperti ketakutan. Dari kejauhan kulihat terjadi keributan di antara mereka. Dua dari cowok itu langsung menghampiri satpam itu dan langsung mencekik leher satpam tersebut. Akupun terbelalak dan serasa ingin berteriak, namun akalku mengatakan hal lain, bisa saja aku menjadi korban berikutnya bila berteriak. Karena mereka akan mengetahui keberadaanku.

Kulihat satpam itu mulai kehabisan nafas oleh cekikan 2 cowok itu, sementara cowok 1 lagi, yang dari belakang sepertinya itulah cowoknya Kai hanya terdiam melihat perbuatan kedua temannya. Akupun mulai mengendap2 maju dan sedikit berputar agar bisa melihat wajah dari ketiga cowok itu, apakah benar ketiga cowok itu adalah cowok Kai dan teman2nya. Mendapatkan sudut yang pas, dan bersembunyi di balik pohon yang besar, akupun mulai bisa melihat mereka dengan jelas. Tak terbayang apa yang kulihat, mau menjerit, tapi sudah tak kuasa untuk menjerit.

Memang benar mereka bertiga adalah cowoknya Kai dan ke2 temannya. Namun, aku gak percaya yang kulihat, kucoba mengusap mataku, berharap apa yang kulihat hanyalah halusinasi. Dan ternyata yang kulihat adalah benar adanya. Wajah mereka begitu pucat, dengan bentuk yang mendekati tidak karuan, seperti lilin yang mulai leleh terkena panas api. Dari kedua matanya, yang terlihat makinmembesar dan merah, menetes darah. Begitupula dari hidungnya, menetes darah yang tanpa henti. Aduh… apa yang harus kuperbuat, jangankan berteriak atau berlari, bernafaspun aku hampir tak sanggup. Sedangkan satpam tua sudah hampir sekarat. Aku hanya bisa terbelalak menatap mereka dari persembunyian. Dan tiba2 dari mulut cowoknya Kai, keluar seperti lidah yang besar, memanjang menjulur mengarah ke perut satpam itu, begitu menjijikkan, penuh dengan darah, dan cairan seperti air liur. Dan bagaikan pedang, benda itu menusuk ke perut satpam tersebut.

Ampun ya Tuhan, aku serasa hampir pingsan. Dari lidah tersebut seperti mengalirkan suatu makhluk ke dalam perut satpam malang itu. Hanya beberapa detik, benda terzebut terlepas dari perut satpam itu, dan kembali masuk ke mulut cowok itu. Satpam itupun terhuyung dan terjerembab terjatuh. Anehnya, tak lama kemudian, satpam tua itu kembali terbangun, dan seperti terkena wabah sama seperti ketiga cowok itu. Wajahnya seperti meleleh, dankeluar darah dari mata dan hidungnya. Aku hanya terpaku melihat peristiwa itu. Mereka ber4 sekarang menjadi makhluk yang begitu mengerikan. Mereka berjalan menuju pintu belakang hotel, dan memasuki hotel tempat kami menginap itu. Sejurus aku masih terdiam, tidak percaya dengan apa yang kulihat. Sampai kutersadar dan mencoba berlari menuju ke pintu depan hotel.

zombie_beer_t640

 

 

 

 

 

 

Dengan nafas terengah2, akhirnya aku sampai pintu depan hotel. Aku berusaha membangunkan setiap orang, untuk memperingatkan mereka. Dan dari arah belakang hotel kawanan kelompok makhluk itu semakin banyak. Beberapa dari temanku telah menjadi bagian dari mereka. Yang lain pun mulai menyadari itu. Semua lari kalang kabut, mencoba menyelamatkan diri masing2. Kai, iya kai.. aku baru teringat. Akupun berlari ke kamar, kubuka pinta kamar, ternyata Kai sudah tidak ada di sana. Akupun berlari keluar hotel, dan kulihat Kai, dibawa oleh makhluk2 itu.

forget-the-science--heres-a-fun-sociological-explanation-for-why-we-havent-discovered-alien-life-yet

 

 

 

 

 

 

 

Akupun berteriak sekuat tenagaku, aku mencoba berlari mengejar mereka dengan sisa2 tenagaku. Tapi ku tak mampu. Aku pun jatuh tersujud. Mataku mulai gelap, akupun terjatuh pingsan. Cukup lama, aku tak sadarkan diri. Sampai akhirnya bunyi alarm yang begitu berisik membuatku terbangun.

bangun-tidur-770x472

 

 

 

 

 

 

Anjrit…. syukurlah semua ini hanya mimpi. Rasa lega, senang bercampur. Tapi badan serasa sakit, serasa habis mengalami perjalanan dan kejadian yang begitu hebat. Terdengar teriakan dari luar rumah. Sahur sahur sahur…. yah kembali ke dunia nyata.

sering-terbangun-di-malam-hari-300x225

 

 

 

 

 

 

 

Kira2, kalau tidur lagi, ceritanya bakalan bersambung gak ya???…. :D

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 3, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , ,

Cinta

Selasa, 1 Juli 2014, 23:14 WIB.

Sekarang, kembali ku tersadar. Semua yg mereka katakan itu benar. Cinta selalu datang, tanpa terduga tanpa permisi. Tidak perlu ada proses riset, produksi, assembly, bahkan qc. Datang ya datang aja. Tumbuh ya tumbuh aja. Tanpa ada proses pembibitan, penanaman, pemupukan, penyemaian, dll. Cinta tumbuh dari rasa, tidak bisa dipaksakan, apalagi dibuat-buat.

Tidak ada tanda2 khusus, yang menunjukkan bahwa cinta itu datang. Bisa dengan kesedihan, keragu2an, bimbang, kegembiraan, kegelisahan, dan banyak lagi. Sehingga tidak akan dimengerti oleh seseorang, kapan cinta itu muncul. Tiba2 datang, tiba2 tumbuh.  Tiada rencana, dan tidak bisa diramalkan.Gambar

 

Seperti saat ini kualami, sebenarnya aku juga masih bimbang alias ragu, apakah benar ini yang namanya cinta. Karena beberapa tahun yang lalu, cinta yang pernah kualami, tidak seperti ini. Apakah ini versi lain dari yang namanya cinta? Ataukah ini hanya edisi revisi dari cinta? Mbuh ora ngerti aku. Pada kenyatannya, ada perasaan yang lain, yang kurasakan terhadap seseorang.

Tidak lama kukenal dia, mungkin hampir sekitar 2 tahun. Pertama kali bertemu, biasa aja tuh. Berarti, teori tentangjatuh cinta pada pandangan pertama, tidak bisa diaplikasikan dalam kasus ini. Setelah setahun berteman, masih biasa aja tuh. Bahkan setelah semakin didekatkan karena urusan kerjaan, selama beberapa bulan terakhir, masih biasa aja tuh. Jadi teori jawa, yang katanya ‘witing tresno jalaran soko kulino’ ( translated : tumbuhnya cinta, karena terbiasa bersama ) juga tidak berlaku di sini. Bingung jadinya. Yo wis lah, ra usah dipikir mumet2.

Sampai akhirnya, kami sedikit terpisahkan, karena urusan kerjaan juga. Nah, pada saat itulah, kenapa ketika terpisah, dan semakin sedikit ruang untuk bertemu. Kumerasakan rindu, kumerasakan kehilangan saat2 kami yang selalu bersama? Apakah ini yang namanya cinta? Bisa jadi kali ya?

Gambar

Yah, perasaan yang cukup memusingkanku, kata anak2 alay, galau. Perasaan yang cukup merisaukanku, karena aku juga tidak tahu perasaannya terhadapku. Karena cinta juga tidak bisa ditebak. Perasaan seseorang tidak bisa ditebak dari tingkah lakunya pada kita. Kata teori, juga, cinta bisa dilihat dari tatapan mata. Berkali2 kutatap matanya, nggak bisa kugali makna dari tatapan matanya. Kalau aku bisa hipnotis, kuhipnotis dia, dan kutanyakan sejujur2nya perasaan dia padaku.

Kata orang, cinta itu panas membara, membakar semua isi dalam ruang hatimu. Tapi saat ini, yang kurasakan adalah cinta yang dingin, cinta yang beku. Tiada bersambut, tiada arah dan tujuan yang jelas. Tiada visi, misi, bagaimana mengembangakan dan melakukan sebuah strategi percintaan?

Gambar

Terlebih lagi, cinta ini adalah cinta yang terlarang bagiku.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 1, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , ,

Kangen

Sabtu 28 Juni 2014, 22:52WIB

Sambil menantikan laga antara Brazil vs Chile, aku menulis ini.

Kebetulan hari ini, hari pertama sholat tarawih, dan besok adalah awal bulan Ramadan. Awal menjalankan ibadah Puasa.

Gambar

 

Setiap bulan Puasa, pasti teringat dengan kampung halaman. Teringat keluarga besar ketika berkumpul. Teringat masa kecil. Terutama teringat dengan Ibu, yah… Almarhumah Ibu. Tidak terasa, sudah 5 tahun, Ibu meninggalkan kami semua. Ibu meninggalkan kami, karena gagal ginjal, karena penyakit batu ginjal yang terlampau parah.

Teringat, ketika semasa kecil, waktu puasa ramadan. Ibu begitu perhatian kepada kami. Menyiapkan santapan berbuka begitu nikmat. Walaupun dengan lauk sekedarnya, namun terasa nikmat. Masakan Ibu memang tiada duanya, bumbu kasih sayang dan cinta seorang Ibu, tidak akan ada yang bisa menandinginya. Walau hanya dengan tempe bakar dan sambal terasi pun, akan begitu nikmat, bila kami berkumpul dan menyantap hidangan buka bersama-sama.

Tiada rasa lelah, Ibu terbangun dini hari. Untuk kembali memasak, dan menyiapkan makan sahur untuk kami. Oh Ibu, aku kangen sekali sama Ibu. Dengan penuh sayang, dengan suara pelan membangunkan kami untuk bersahur. Kenapa Ibu meninggalkan kami serasa begitu cepat. Kami masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatianmu Ibu.

Setetes pun, kami belum bisa menggantikan samudra kasih sayangmu Ibu. Tapi kami selalu mencoba ikhlas Engkau tinggalkan. Semoga Ibu di sana, mendapatkan tempat yang terbaik. Karena kami tahu, Ibu sangatlah baik, mendidik, melindungi, dan menyayangi kami dengan sangat baik. Ibu, kasih sayangmu takkan tergantikan, kapanpun dan oleh siapapun.

Suasana ramadan sepeninggalmu, begitu berbeda. Sekarang kami menjalani hari2 di bulan Ramadan, bersama keluarga kecil kami. Bahagia itu sederhana, bisa berkumpul bersama keluarga, sehat, dan hidup rukun. Itu sudah cukup bagi kami. Dan itu petuah terakhir Ibu, terakhir kami bertemu Ibu. “Yang rukun ya Nak, saling menyayangi, dan mengerti, besarkanlah anak2 kalian dengan penuh kasih sayang”. 

Gambar

Ibu, kami akan selalu mengenangmu, sampai akhir kami akan selalu mengingatmu. Berbahagialah bagi yang Ibunya masih mendampingi. Sayangilah dan hormatilah Ibumu. Karena sebesar apapun sayang dan hormat yang kamu berikan ke ibumu. Itu tidak ada apa2nya, tidak akan sebanding dengan kasih sayang yang diberikan ibumu kepadamu.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga bulan Ramadan kali ini penuh berkah bagi kita semua. Amin.Gambar

Sekali lagi, mumpung Ibumu masih ada. Hormatilah dan sayangilah sepenuh hatimu.

Terimakasih.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 28, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Gue-Lo vs Aku-Kamu

Kamis, 26 Juni 2014. 23:14 start.

 

Sambil nonton piala dunia antara portugal vs ghana, kuambil tab dan kumulai tulisan ini. Teringat jaman dulu, ketika pertama kalinya aku meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di kota hujan. Aku berasal dari kampung kecil, di sebuah kabupaten kecil di jawa tengah. Yah bisa dikatakan udik, ya memang aslinya udik. Sampai sekarang pun masih udik alias ndeso :)

Di kampung keseharian pasti menggunakan bahasa jawa, hanya waktu di sekolah dan berbicara sama guru aja, aku gunakan bahasa Indonesia. Atau pada waktu proses belajar mengajar di kelas. Yah, ketika di Bogor, walau Bogor bukanlah Jakarta, banyak dari teman2 kuliah, terutama yang berasal dari daerah sekitar jabodetabek, mereka menggunakan kata sapaan ‘Lo’ dan ‘Gue’. Kata ganti orang pertama ini memang sering aku dengar di tv, tapi cukup asing kudengar secara langsung. Kata ganti orang ini, juga tidak pernah diajarkan di pelajaran bahasa Indonesia.

Tapi bukan masalah itu yg ingin aku bahas. Di kampus ini, memang mahasiswa nya dari berbagai daerah di Indonesia. Dari berbgai suku bangsa, jawa, sunda, batak, ambon, aceh, dll, dll. Yang aku tangkap waktu itu, mahasiswa yang berasal dari Daerah Jakarta dan sekitarnya, menjadi trendseter bagi mahasiswa2 lain, yang berasal dari daerah di luar jabodetabek. Dan kata ‘Loe’ dan ‘Gue’ menjadi suatu simbol, bahwa yang menggunakan kata itu, adalah mahasiswa yang gaul dan tidak kampungan.

Sehingga sebagian besar mahasiswa yang berasal dari daerah di luar jabodetabek, berusaha mengubah gaya bahasa mereka. Walaupun sering terdengar lucu, dan dipaksakan. Salah satu contoh, aku punya teman dari daerah tegal, yang berusaha menggunakan kata2 tersebut. ‘Lo’ ‘Gue’ tapi dengan logat medok dan ngapak khas Tegal. Yah.. bayangin ajalah.

Menurutku, sangat disayangkan, walaupun sah-sah aja, mau gunakan kata “aku-kamu” atau “gue-lo” gak ada yg ngelarang. Yah lucu aja mendengarkan mereka memaksakan diri, sampai lidah keseleo hanya untuk diakui sebagai anak gaul. 

Yang menariknya lagi, yang mahasiwa Jakarta dan sekitarnya. Sempat aku amati, ketika antara mahasiswa dan mahasiswi mulai memiliki hubungan spesial. Mereka mengubah kata sapaan antarakedua pasangan tersebut, yang tadinya “Gue-Lo” jadi “Aku-Kamu”. Jadi menurutku kata “Aku-Kamu” lebih memiliki nilai penghormatan yang lebih terhadap orang lain.

Dari dulu sampai sekarang pun, Aku-Kamu masih melekat di lidahku. Walaupun sudah 4 tahun di Bogor, 2 Tahun di Jakarta dan 5 Tahun di Bekasi. Kata “Aku-Kamu” lebih nyaman terucap dari mulutku.

Gambar

Yah. Tulisan yang gak penting mungkin. Bukan bermaksud membeda2kan atau menggurui. Mohon dimaafkan kalau ada yang tidak berkenan di hati.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 26, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , ,

Nasib Seorang Buruh

Jumat 20 Juni 2014, pukul 0.04WIB, kumulai tulisan ini.

 

Sepulang kerja, tadi malam rumahku kedatangan seorang tamu, seorang teman, sekaligus mantan tetangga sebelah rumah. Pria berumur sekitar 35 tahun, asli Jakarta, beristri 1 dan beranak 3. Perawakan agak kerempeng, walaupun pernah di vonis dokter sakit flex dan paru2, tetapi rokok tetep ngebul dan jalan terus kayak kereta api.

Gambar

Eh, salah posting gambar kayaknya :) yah pokoknya orangnya lebih kurus dari akulah.

Kamipun ngobrol di teras rumah ditemani kopi dan rokok tentunya. Ngobrol ngalor ngidul, dan sampai pembicaraan cerita lama, kisah dia tentunya. Yah dulu, ketika kami masih tetanggaan, dia bekerja sebagai buruh pabrik. Sebuah perusahaan percetakan lokal, yang biasa mencetak kemasan kardus berbagai macam merk susu instan. Sudah sekitar 8 tahun, dia bekerja di pabrik tersebut.

Hingga di tahun 2013, sekitar bulan mei. Sedang marak2nya demo buruh menuntut kenaikan UMR. Sedangkan di pabrik tersebut, tidak ada serikat buruh. Ketika para buruh dari pabrik2 lain, mendapat kenaikan upah, pabrik tempat dia bekerja, sama sekali tidak menaikkan upah buruhnya. Tekanan kebutuhan ekonomi, mengobarkan semangatnya dan beberapa rekannya untuk membentuk serikat buruh. Dan rekan2nya, mengusung dia sebagai ketua serikat.

Singkat cerita, serikat terbentuk dan dia sebagai ketuanya. Dengan adanya organisasi serikat, mereka merasa kuat untuk melakukan demonstrasi. Walau dari awal, terlihat masih belum kompak diantara mereka. Akibat demo dan mogok kerja, akhirnya pihak perusahaan pun menaikkan upah.

Gambar

Namun, hal itu berbuntut panjang bagi dia. Dia selalu mendapat terror, dari pihak perusahaan. Seolah-olah dicari-cari kesalahannya dalam bekerja. Sampai suatu saat, dia sakit paru-paru, dan ini menjadi kesempatan besar bagi perusahaan. Dia di istirahatkan sementara, kerja nggak, dipecat pun nggak. Dan di massa istirahat, dia hanya mendapatkan setengah dari gaji pokok. Yang pastinya tidak mencukupi untuk kebutuhannya dan keluarga (istri dan 2 anaknya, waktu itu anaknya baru 2). Selama 4 bulan dia diistirahatkan, kebutuhan pun makin menghimpit.

Gambar

Dia pun mengajukan ke perusahaan untuk bekerja lagi, namun perusahaan tidak menerimanya, dan tetap diberi status diistirahatkan. Sekali, 2x, 3x datang, tetap sama. Yang sangat disesalkan oleh dia, tiada rekan2nya yang mendukung dia, bahkan anggota serikat yang lain, seperti tidak mau tahu kondisi dia. Dia seperti berjuang sendirian, padahal ketika memperjuangkan kenaikan upah untuk rekan2nya dia telah memberikan semua tenaga, pikiran dan waktunya untuk itu. Setelah upah atau gaji mereka naik, sang ketua serikat, seperti habis manis sepah dibuang.

Dia terus mencoba datang, akhirnya ke 4x dan seterusnya, dia tidak boleh masuk lingkungan pabrik oleh satpam pabrik. Dan kemudian dapat surat untuk datang ke HRD perusahaan. Diapun menemui HRD, dan dia ditawarkan untuk segera mengundurkan diri. Dalam hal ini, perushaan tidak mau memecat atau phk karyawan, karena kalau untuk PHK, maka pesangon yang dikeluarkan perusahaan akan cukup besar. Sehingga perusahaan mendesak agar dia mengundurkan diri. Namun dia tetap teguh hati, kalau memang dia tidak dibutuhkan lagi di perusahaan, dia minta untuk di PHK saja, dia tidak mau mengundurkan diri.

Keadaan ini terus berlanjut, nasibnya digantung. Bahkan kemudian, transfer gaji pun kemudian tidak diterima. Parahnya lagi, dia sering mendapatkan teror dari preman sewaan perusahaan. Dan puncaknya, ketika dia tidak ada di rumah, preman datang ke rumahnya, dan menemui istrinya. Preman itu menyuruh ke istrinya, agar meminta ke suaminya untuk segera menandatangani surat pengunduran diri. Dan mengancam atas keselamatan suaminya. Kurang lebih, tampang premannya, seperti di bawah ini.

Gambar

Tiada pilihan lagi, dia pun akhirnya menandatangani surat pengunduran diri. Dan mendapat pesangon ala kadarnya. Dengan kondisinya yang sudah tidak bekerja, dia pun memutuskan over kredit rumahnya. Dan kembali ke Jakarta ke rumah orang tuanya.

Yah begitulah. Sedikit cerita lama, menjadi bumbu percakapan kami malam tadi. Dia pun bercerita, bahwa dia sekarang telah bekerja di perushaan korea. Meskipun hanya kontrak 3 bulan, dan pertengahan bulan juli depan, kontraknya sudah habis. Dan dia kapok untuk ikut aktif lagi di serikat buruh. Dia bercerita sambil sesekali menatap bekas rumahnya dengan mata sedikit berkaca-kaca.

 

Tiada maksud apapun dengan tulisan ini, ini hanyalah sebuah cerita seorang teman. Kurang dan lebihnya, mohon maaf.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , , ,

Kenapa Suamiku Jadi Ga Hobi Nonton Bola?

Selasa 17 Juni 2014, Pukul 22.54 WIB. Aku mulai tulisan ini.

 

Teringat pertanyaan teman sekantor tadi pagi. Gak tahu ada angin apa, dia curhat tentang suaminya. Temanku ini asli orang Bekasi, dan suaminya kalau gak salah berasal dari Makasar. Dengan suara cemprengnya, stereo tingkat dewa, dengan logat bekasi, dia mulai bercerita. Suaminya punya 3 hobi yang semenjak kenal dan pacaran dia sudah mengetahui dan memakluminya.

Pertama, main badminton, atau bulu tangkis, bulu yang ditangkis2… halah..

Gambar

Yang kedua, melototin moto GP..

Gambar

Dan yang ke-3, nonton Bola, dan klub MU, klub kesukaannya.

Gambar

Nah. Hobi yang ke-3 ini jadi pertanyaan temanku itu. Semenjak menikah, suaminya sekarang nggak hobi nonton bola. Padahal sewaktu pacaran, mau gak tidur semalaman atau bangun jam 2 jam 3 dini hari dijabanin, hanya untuk nonton bola. Kenapa setelah menikah, jadi gak suka nonton bola? Padahal hobi yang pertama (badminton) dan yang ke-2 ( nonton GP) masih dijalaninnya. Tapi kenapa hobinya nonton bola, jadi menghilang? Why? Katanya. Padahal sekarang lagi musim piala dunia. Tapi sepertinya sang suami sama sekali ga ada nafsu untuk nonton bola.

Haduh Bu, kenapa gak langsung nanya ke suaminya aja? (Dalam pikirku) kenapa harus nanya ke kita-kita? Aku pun abstain, gak punya pendapat, karena gak ada sedikitpun terlintas di pikranku, untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi, temenku satu lagi nyeletuk, dan mencoba memberikan jawaban, mungkin waktu pacaran, sebenarnya pacarnya 2, dan pacarnya yg lain, suka nonton bola, jadi dia ikut-ikutan suka nonton bola, biar bisa nyambung kalau lagi ngobrol. Giliran sudah putus dengan si dia, ngapain juga nonton bola lagi?… jawaban yang masuk akal, bisa jadi, bisa jadi… bisa jadi ditimpuk..

Ngapain juga dipikirin Bu? Mau suka nonton bola, mau gak suka nonton bola, gak da masalah kan? Gak ada yang dirugikan aku rasa…

Kecuali si suami punya hobi judi

Gambar

Atau punya hobi selingkuh…

Gambar

Kan ya repot bagi sang istri. Ya nggak? Tapi bagi para suami, yang terakhir kayaknya menarik untuk dicoba… huahaha.. Tepok jidat 100x sampai benjol2..

Gambar

Tiada maksud apapun, untuk tulisan ini. Hanya iseng aja.

Jikalau ada yang tidak berkenan, mohon maaf yang sebesar2nya. Tolong jangan sampai aku diculik dan di “dor”.

 

 

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 17, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , , ,

Kolektor Bungkus Rokok

Senin, 16 Juni 2014 pukul 23.48  WIB, Aku memulai tulisan ini.

Di luar hujan lumayan lebat, gemuruh geluduk cukup menghentikan niatku untuk menonton laga piala dunia Jerman vs Portugal. Aku bingung nyari kegiatan apa. Sebatang rokok LA Mild Ice pun kunyalakan, menemani segelas kopi indocafe panas yang belum setegukpun kuminum. Lama kuperhatikan bungkus rokok didepanku, design gambar yang cukup menarik dan modern. Hingga kuteringat, seorang teman, yang juga sekaligus relasi kerja. Orang asli Cirebon yang tinggal di Cikarang dan bekerja di Karawang. Suatu saat, dia pernah bercerita, bahwa dia seorang kolektor bungkus rokok. Cukup unik menurutku, mengingat dia bukanlah seorang perokok.

Dari dia, aku baru tahu, kalau ada hobi koleksi seperti itu. Kata dia, sudah lima tahun, dia mengkoleksi bungkus rokok. Dan dia pun lupa, berapa bungkusrokok yang sudah dia dikoleksi. Dia mengkoleksi bungkus rokok dari luar negeri, ataupun bungkus2 rokok dari lokal, yang bukan konvensional dan jarang ditemukan, kecuali di daerah2 tertentu. Dan koleksi dari lokal, yang paling menarik menurut dia untuk dikoleksi. Berbagai macam merek rokok yang unik, yang jarang ditemukan di pasaran, menurut dia sangat lucu untuk dikoleksi.

download

 

 

 

 

 

 

Berbagai ide kreatif pengrajin rokok lokal, tertuang dalam merek dan design bungkus rokok mereka. Gentong, Kurang Garam, Prima, Gatra, wah bisa ribuan macam merek lokal, yang sangat unik. Para kolektor biasa hunting koleksi mereka di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Yah, di sanalah surganya para pengrajin rokok rumahan. Dan ternyata, komunitas kolektor bungkus rokok ini lumayan besar. Mereka menjalin hubungan melalui Blog, bbm, atau berbagai sosmed mereka gunakan untuk menjalin hubungan, menjalin komunikasi, barbagi informasi untuk bertukar produk, atau hanya sekedar memamerkan koleksi-koleksi mereka.

koleksi-komunitas-kolektor-rokok-indonesia

 

 

 

 

 

 

 

Hanyalah kepuasan yang mereka cari. Seorang seperti aku, tidak akan mengerti, kepuasan seperti apa yang mereka dapat dengan mengoleksi barang2 seperti itu. Buang waktu, buang tenaga dan bahkan buang uang menurut aku. Tapi itulah namanya hobi, kadang tidak bisa dimengerti bagi orang yang tidak segaris.

Selama tidak merugikan orang lain, hobi adalah sesuatu yang positif bagi seseorang. Karena kelebihan energi, bisa tersalurkan. Bertambah teman juga merupakan bonus, yang tak ternilai. Setidaknya, rokok di sini, bisa diintip dari sudut yang positif, bukan hanya dari sisi negatifnya saja.

download-1

 

 

 

 

 

 

 

Dan sekedar mengingatkan, bagi para perokok. Sebaiknya, mulai dari sekarang kurangilah, kurangilah dan trus kurangilah. Karena hampir tidak ada manfaat positif yang bisa diambil dari merokok.

Lebih baik mengkoleksi bungkus rokok, daripada menghisap habis isi dari bungkus rokok itu. ( Nyentil kuping sendiri…. :) )

Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini.

Dari “Aku” yang terus berusaha untuk belajar dan belajar. Terimakasih.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 16, 2014 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.